Maret 11, 2011

AKIBAT MALAS MANDI

Sudah hampir jam empat sekarang tapi Dani masih asik bermain Playstation. Sejak pulang dari sekolah jam satu tadi, Dani langsung menyalakan Playstation-nya begitu menemukan cd game Winning Eleven favoritnya. Dia memang suka sekali dengan olah raga sepak bola. Bahkan disekolah, Dani juga termasuk pemain utama tim sepak bola sekolahnya. Seperti kebanyakan anak-anak lainnya, dia juga penggemar berat David Beckham. Kamarnya penuh dengan poster Beckham. Dani akan uring-uringan sepanjang hari jika papanya lupa membangunkan dia saat tim kesayangannya itu berlaga di televisi.

“Dan, ayo mandi dulu. Dari tadi kok main PS terus sih!” Suara mama mulai terdengar lebih keras dari sebelumnya.

“sebentar lagi ma, dikit lagi ya”, jawab Dani tanpa menoleh kearah mamanya sedikitpun.

“kalau tidak mandi sekarang juga, besok mama akan simpan PS-nya” ancam mama. “kamu kan harus pergi ke musolah untuk ngaji”

Tapi Dani tetap saja tidak beranjak dari duduknya didepan tv dan terus saja asik bermain dengan game-nya. Rupanya mama sudah capek menyuruhnya untuk mandi. Dalam hati Dani berkata, “asik tinggal sedikit lagi, baru aku akan mandi.”

Tak lama kemudian terdengar suara mama sedang berbicara dengan seseorang. Tapi Dani tidak bisa mendengar dengan jelas apa yang dibicarakan mamanya di luar dan dengan siapa dia berbicara. Tiba-tiba seseorang berkata “Assalamualaikum, wah cucu eyang asik banget bermainnya. Sampai-sampai tidak tahu eyang dating nih.” Dani menoleh kea rah suara itu dan melihat eyang sudah ada didekatnya.

“A’alaikumsalam, Eyang!” seru Dani kaget. “kok eyang nggak bilang sih kalau mau datang?”

“Iya, eyang sengaja tidak telpon dulu. Karena eyang sudah ada janji dengan mamamu. Kami akan pergi ke rumah tante Nani”, jelas eyang.

“Asiiiik!!” teriak Dani. “Dani ikut ya, Yang?”

“Sebenarnya Mama memang akan mengajak Dani pergi, tapi kan Dani belum mandi jadi yaa tidak terpaksa tidak bisa ikut kan” sahut mama yang sudah berdiri disamping eyang sambil tersenyum.

“yaaa mama, Dani pengen ikut Ma” rengek Dani

“Ehm gimana yaa, coba tadi Dani nurut waktu mama suruh mandi pasti sekarang boleh ikut”, kata mama lagi.

“Kalau gitu, Dani mandi sekarang ya Ma?”, kata Dani memohon kepada mamanya.

“Tapi tetap saja kamu tidak boleh ikut, karena kami harus pergi sekarang”, kata mamanya. “Lain kali saja ya, Sayang”, lanjut mamanya.

“Dani dirumah saja sama papa ya, tuh papa sudah pulang,” kata Mama sambil mencium pipi Dani. “Lain kali jangan keasikan main game ya”, bisik mama pada Dani.

Dani hanya bisa cemberut melihat mama dan eyang pergi tanpa mengajaknya. Dia menyesal sekali mengapa tadi tidak menurut ketika disuruh mamanya untuk mandi. Sekarang dia harus tinggal dirumah dengan papanya. Dani berjanji dia tidak akan lupa waktu lagi saat bermain. Dia tidak mau ditinggal dirumah lagi seperti sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar