Maret 11, 2011

PERGI KE PASAR

Bunda sedang bersiap-siap pergi berbelanja ke pasar. Setiap hari minggu bunda selalu pergi ke pasar tapi di hari biasa bunda belanja di pedagang sayur keliling langganannya. Hari ini ayah yang akan mengantar bunda ke pasar. Aisyah bilang dia ingin ikut. “Kamu mau ikut juga, nak?” tanya bunda pada Rafa. Ke pasar? Wah sepertinya asik juga. mungkin nanti aku bisa lihat ikan-ikan hias yang dijual di sana. “Iya bunda, Rafa ikut deh” jawabnya.

Sampai di pasar bunda langsung masuk ke dalam pasar sementara ayah, rafa dan aisyah pergi ke tempat pedagang ikan. Tadi ayah berjanji akan membelikan mereka beberapa ikan hias untuk mengisi akuarium yang sudah lama kosong. Sebelumnya, ayah minta mereka berjanji akan merawat ikan-ikan itu dengan baik dan mereka menyetujui syarat itu.

Rafa menghitung ada sekitar sepuluh pedagang ikan disini. Ikan-ikan yang dijual juga bermacam-macam. Ada ikan mas koki, ikan cupang dengan ekor dan sirip yang indah, ikan lohan dan masih banyak lagi. Warna dan bentuk ikan-ikan hias itu indah dan lucu-lucu. Rafa memilih dua ekor ikan lohan dahinya benjol besar dan Aisyah memilih beberapa ikan mas koki berwana merah. Ayah membeli pakan untuk ikan-ikan yangmereka beli. Setelah puas melihat-lihat dan membeli beberapa ekor ikan, mereka bertiga kembali ketempat parkir untuk menunggu bunda selesai belanja. Tak lama kemudian bunda datang dengan dua tas penuh sayuran dan belanjaan lain ditangannya.

Dibantu ayah, Rafa dan Aisyah mencuci akuarium sudah berdebu karena terlalu lama ada digudang. Sebelum di isi air, akuarium itu diberi beberapa hiasan, batuan dan tanaman palsu sehingga terlihat seperti habitat ikan yang sebenarnya. Ikan-ikan itu langsung berenang dengan bebas begitu dimasukkan ke dalam akuarium. Aisyah tertawa senang melihat ikan-ikannya.

“Ingat ya janji kalian untuk selalu merawat ikan-ikan itu” kata ayah.

“Tenang Yah, kami tidak akan lupa dengan janji kami” ujar Rafa

“Iya kami akan memberi makan mereka setiap hari Yah” sambung Aisyah berusaha meyakinkan ayahnya.

“Baiklah, ayah percaya pada kalian anak-anak” kata ayah sambil tersenyum.

“Karena ikan-ikan itu juga makhluk Allah sama seperti kita. Jadi kalian tidak boleh membiarkan mereka sampai mati hanya karena kalian lupa memberi mereka makan” lanjut ayah.

Sebulan lebih sejak mereka membeli ikan-ikan itu dan mereka itu masih hidup karena Rafa dan Aisyah tidak pernah lupa memberi mereka makan dan mengganti air akuarium jika sudah kotor. Mereka bergantian memberi makan ikan-ikan itu setiap hari. Ayah sangat senang karena Rafa dan Aisyah memenuhi janji mereka untuk selalu merawat ikan-ikan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar